Eksistensi Astronomi di Indonesia

Astronomi merupakan salah satu ilmu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, termasuk di Indonesia. Peluncuran satelit, penentuan hilal, dan kalender adalah sedikit contoh dari penerapan astronomi. Untuk itu dibutuhkan lembaga-lembaga yang berperan khusus sebagai sarana pengembangan astronomi.

Lembaga Pemerintahan

lapan

Gambar 1. LAPAN
Sumber: lapan.go.id

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, yang disingkat menjadi LAPAN, adalah lembaga resmi nasional yang berkenaan langsung dengan astronomi di Indonesia. LAPAN memang tidak termasuk dalam daftar lembaga kementerian Indonesia, tetapi lembaga ini berada dan bertanggung jawab kepada presiden melalui menteri yang membidangi urusan pemerintah dalam hal riset dan teknologi , yang dalam melaksanakan tugas dan fungsinya disesuaikan dengan ketentuan perundang-undangan, salah satunya UU No. 12 Tahun 2013 tentang Keantariksaan. Dalam aspek astronomi, LAPAN lebih berfokus pada aktivitas matahari, meteor, dan atmosfer. LAPAN juga menaruh perhatian dalam bidang teknologi berupa roket dan satelit yang difungsikan sebagai pendukung perolehan data penginderaan jauh. LAPAN sering melakukan kerja sama dengan lembaga lain dalam hal astronomi. Untuk memperoleh profil yang lebih jelas, teman-teman dapat membuka situs resmi LAPAN melalui lapan.go.id/.

Pendidikan Tinggi

itb.jpg

Gambar 2. Lambang Institut Teknologi Bandung
Diadaptasi dari fa.itb.ac.id

Program Studi Astronomi di Institut Teknologi Bandung sampai saat ini merupakan satu-satunya lembaga penyelenggara pendidikan tinggi astronomi formal di Indonesia. Astronomi ITB sendiri sudah mendapatkan akreditasi internasional dari Jerman, yaitu ASIIN atau dalam bahasa Indonesia Akreditasi untuk Teknik, Informatika, serta Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Berbagai macam kegiatan di Program Studi Astronomi dapat dilihat di situs as.itb.ac.id.

IMG_2814

Gambar 3. Observatorium Bosscha

Sebagai tempat pembelajaran, Observatorium Bosscha (red: boska) yang berada di bawah FMIPA ITB merupakan lokasi riset astronomi bagi peneliti dan mahasiswa astronomi. Selain itu, Observatorium Bosscha membuka kunjungan yang terbuka untuk umum, baik siang maupun malam. Informasi yang lebih rinci terkait Observatorium Bosscha, baik mengenai riset yang dilakukan dan mekanisme kunjungan dapat diperoleh dengan mengunjungi situs resmi dari Observatorium Bosscha melalui tautan bosscha.itb.ac.id.

Astronomi ITB, Observatorium Bosscha, LAPAN, dan beberapa pihak yang lain bekerja sama dalam pembangunan Observatorium Nasional Kupang yang kini masih dalam proses. Pembangunan Observatorium Nasional Kupang ini berawal dari kekhawatiran akan peningkatan polusi cahaya saat malam hari dari Bandung dan Lembang. Hal tersebut membuat beberapa jenis penelitian di Observatorium Bosscha terganggu. Curah hujan yang tinggi dalam beberapa tahun terakhir di Lembang pun menyulitkan pengamatan. Disertai dengan faktor-faktor tersebut, maka dibuatlah kolaborasi antara Astronomi ITB, Observatorium Bosscha, LAPAN, dan beberapa pihak lain dalam pembangunan Observatorium Nasional di Kupang ini.

Pembinaan Olimpiade Astronomi Tingkat Sekolah Menengah Atas

tpoa

Gambar 4. TPOA Indonesia
Sumber: Image

Tim Pembina Olimpiade Astronomi atau TPOA Indonesia merupakan satu-satunya organisasi resmi dalam pembinaan olimpiade astronomi berskala nasional. Tim tersebut didesain tanpa campur tangan dari pelatihan daerah agar tidak terjadi kecurangan atau kebocoran rahasia kepada pihak daerah. Tim ini terdiri dari dosen, alumni olimpiade, mahasiswa astronomi sendiri, serta pihak-pihak lain yang berkepentingan di dalamnya. Setiap acara yang diselenggarakan oleh TPOA didokumentasikan dalam tpoa-indonesia.org.

Media Pembelajaran Lainnya

skyworld.png

Gambar 5. Among Putro Skyworld Taman Mini Indonesia Indah
Sumber: skyworldindonesia.co.id

Agar publik dapat mengetahui lebih dalam serunya astronomi, berbagai usaha telah dilakukan oleh pihak-pihak yang tertarik dengan keindahan alam semesta. Contohnya saja Planetarium Jakarta dan Among Putro Skyworld Taman Mini Indonesia Indah. Kedua lokasi tersebut merupakan media pembelajaran yang cocok bagi khalayak umum untuk menambah wawasan astronomi. Indahnya bintang-bintang di dalam suatu ruangan berkubah dapat dirasakan di dalam Planetarium Jakarta. Planetarium Jakarta juga sering dijadikan tempat berkumpul para astronom amatir untuk melakukan kajian santai. Sedangkan Skyworld merupakan wahana/taman rekreasi-edukasi bertemakan antariksa dan aeronautika. Skyworld sendiri sejak awal telah melakukan kerja sama dengan LAPAN, Observatorium Bosscha, dan ITB. Situs Skyworld TMII adalah skyworldindonesia.co.id.

Komunitas Astronomi

Selain dari pengelompokan di atas, terdapat pula berbagai himpunan astronomi. Misalnya himpunan yang terdiri dari para astronom, yaitu Himpunan Astronomi Indonesia (HAI) dan himpunan yang terdiri dari mahasiswa Program Studi Astronomi, bernama Himpunan Mahasiswa Astronomi (Himastron) ITB. HAI merupakan Organisasi Profesi Ilmiah (OPI) pada bidang astronomi di Indonesia. Posisi HAI ini tergolong penting karena langsung berhubungan dengan organisasi astronomi di Asia Tenggara bahkan di dunia, seperti South East Asia Astronomy Network (SEAAN) dan International Astronomical Union (IAU). Situs HAI masih dalam tahap pembaruan dan dapat diakses pada situs.opi.lipi.go.id.

Himastron ITB merupakan perkumpulan mahasiswa Program Studi Astronomi ITB yang mewadahi anggotanya untuk mengembangkan diri baik secara akademis maupun nonakademis. Himastron ITB selalu berusaha untuk memasyarakatkan Astronomi dan mengastronomikan masyarakat dengan cara membagikan apa yang telah dipelajari di ruang-ruang kelas. Sebagai contoh, Himastron menyelenggarakan acara Astara Ganesha pada tahun 2015 yang di dalamnya terdapat seminar bagi guru pengajar olimpiade astronomi tingkat SMA se-Jawa Barat. Sedangkan pada saat itu pula untuk murid SMA se-Jawa Barat, diselenggarakan olimpiade astronomi sebagai pemanasan menuju olimpiade yang sesungguhnya. Kemudian pada tahun 2016, Himastron ITB bekerja sama dengan Observatorium Bosscha mengadakan serangkaian acara untuk melakukan sosialisasi perihal Gerhana Matahari Total 9 Maret yang dilaksanakan di Bandung, Lampung, dan beberapa titik di Kalimantan. Situs Himastron ITB dapat diakses melalui himastron.as.itb.ac.id.

Banyaknya jumlah orang yang menggemari astronomi membuat beberapa pergerakan dilakukan untuk membentuk suatu komunitas astronom amatir. Penggemar astronomi yang berdomisili di Jakarta tidak perlu khawatir karena HAAJ rutin melakukan kajian astronomi untuk umum. HAAJ adalah Himpunan Astronomi Amatir Jakarta. Kegiatan yang diselenggarakan HAAJ ini rutin dilakukan dan dapat dipantau dari situs penjelajahangkasa.com. Mahasiswa UPI Jurusan Fisika Pendidikan dan Non-Pendidikan pun bersama-sama menggiatkan kegiatan Astronomi dalam Cakrawala UPI dengan website hmf.rema.upi.edu.

Astronom Komunikator

ls

Gambar 6. Langit Selatan (Sumber: langitselatan.com

Langit Selatan merupakan media online di bidang komunikasi dan pendidikan astronomi yang digagas oleh Avivah Yamani. Beliau merupakan alumni Astronomi ITB angkatan 1997 yang berkiprah menjadi astronom komunikator di Indonesia. Selain website, Langit Selatan juga terdapat di Google+, Facebook, Twitter, dan Instagram.

logo xplore astro

Gambar 7. Logo XploreAstro

Walaupun sudah ada berbagai lembaga astronomi di Indonesia yang memiliki peran untuk memasyarakatkan astronomi, pemahaman masyarakat terhadap astronomi masih dirasa sangat kurang. Sebagai contoh, masih banyak pihak bahkan media ternama di Indonesia yang salah mengartikan atau menyampaikan informasi astronomi. Kesalahan penyampaian ini menimbulkan hoax dan kepercayaan lain, seperti flat earth dan UFO. Masalah tersebut menjamur pada berbagai media sosial. Macam-macam kendala dalam penyampaian wawasan astronomi ini mendorong kami, yang merupakan alumni Astronomi ITB angkatan 2012, untuk membuka akun Instagram dan Line yang berusaha menyajikan informasi di bidang astronomi secara edukatif, menarik, dan terpercaya di Indonesia dengan nama XploreAstro. Dapat disimpulkan dari banyaknya pihak yang menangani astronomi, memang masih diperlukan penyajian informasi astronomi yang akurat karena eksistensi astronomi di Indonesia masih dibutuhkan. Teman-teman bisa menambahkan ID Line XploreAstro @xploreastro dan akun Instagram @XploreAstro. Kami juga menyajikan informasi astronomi melalui website xploreastro.com.

Penulis: Whytia Shabrina F.
Editor: Fenyka Ariana Jeanuarieke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s