Apa itu Parsek?

Pernahkah terpikirkan olehmu bagaimana cara astronom mengukur jarak bintang-bintang? Apakah mereka mengukurnya dengan penggaris atau meteran? Sepertinya mustahil. Jangan-jangan mereka menggunakan radar? Tapi sepertinya tidak praktis. Lalu bagaimana caranya?

Paralaks

Pernah mendengar istilah triangulasi? Ya, para astronom menggunakan metode ini untuk menentukan jarak beberapa bintang. Agar lebih mudah memahami triangulasi, kamu bisa mencoba mengikuti langkah-langkah ini sekarang. Pertama, letakkan salah satu jari di depan wajahmu. Kemudian fokuskan matamu ke jari yang ada di hadapanmu. Tutup mata kananmu sehingga kamu melihat benda tersebut dengan mata kirimu saja. Sekarang, buka mata kanan dan tutup mata kirimu. Kamu akan merasa seakan-akan jarimu berpindah tempat, namun tentu saja ini hanya ilusi. Jarimu tetap diam di tempat. Mata kananmu melihat jari pada sudut yang berbeda dengan mata kirimu. Tentunya kamu juga harus menyadari bahwa benda-benda yang letaknya lebih jauh dari posisi jarimu tadi pergeserannya tidak terlalu besar.

parsek1Gambar 1. Metode paralaks. Suatu bintang terlihat bergeser di langit relatif  terhadap bintang-bintang yang jauh karena pergerakan Bumi mengelilingi Matahari.
Sumber:
Image

Pergeseran ini disebut sebagai paralaks. Jika kamu mengukur sudut pergeseran jarimu, kamu dapat menentukan seberapa jauh letak jari dari wajahmu. Para astronom menggunakan metode ini untuk mengukur jarak bintang-bintang. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan pergerakan Bumi relatif terhadap Matahari.

Sebagai contoh, jika kita mengamati suatu bintang di bulan Januari dan mengamatinya lagi di bulan Juli, Bumi telah bergerak sejauh separuh dari orbitnya. Jika jarak bintang tersebut relatif cukup dekat (misal 300 juta kilometer), bintang tersebut akan terlihat seakan-akan bergeser di langit relatif terhadap bintang-bintang yang terletak sangat jauh. Sudut pergeseran bintang yang kita amati disebut dengan sudut paralaks. Jika dikombinasikan dengan ukuran orbit Bumi, kita dapat menentukan jarak ke bintang tersebut.

Picture1Gambar 2. Pengukuran jarak berdasarkan sudut paralaks yang teramati.
Satu parsek didefinisikan sebagai jarak terhadap bintang yang sudut paralaknya satu detik busur.
Sumber: earthsky.org

Sebenarnya, sudut paralaks yang dibentuk oleh bintang yang kita amati sangatlah kecil. Oleh karena itu sudut tersebut tidak dinyatakan dalam derajat melainkan menit busur atau detik busur (1 derajat = 60 menit busur = 3600 detik busur).

Satu Parsek

Pada tahun 1913, astronom Inggris yang bernama Frank Dyson memperkenalkan istilah parallax of one arcsecond yang selanjutnya disingkat sebagai parsec (parsek dalam Bahasa Indonesia). Jika kamu melihat suatu bintang yang paralaksnya 1/2 detik busur, maka jaraknya adalah 2 parsek. Jika kamu melihatnya di 1/3 detik busur, jarak bintang tersebut adalah 3 parsek. Definisi ini disukai oleh para astronom karena membuat pengukuran matematis menjadi lebih sederhana.

Setelah ditelaah lebih jauh, bintang yang paralaksnya 1 detik busur (dengan kata lain jaraknya 1 parsek) memiliki jarak sekitar 30 triliun kilometer atau sekitar 3 tahun cahaya. Sebagai perbandingan, wahana Voyager 1 (diluncurkan pada tahun 1977), wahana penjelajah terjauh yang pernah diluncurkan oleh manusia, saat ini berada pada jarak 1/6 parsek. Bintang terdekat dari Matahari yaitu Proksima Centauri jaraknya sekitar 1,3 parsek dari kita. Jarak ke pusat Galaksi kita adalah 8.000 parsek ke arah rasi Sagitarius sedangkan jarak ke galaksi Andromeda yang merupakan galaksi tetangga kita adalah sekitar 800.000 parsek. Sama seperti kita menggunakan istilah meter dan kilometer, pada skala yang lebih besar para astronom menggunakan istilah kiloparsek, megaparsek, dan bahkan gigaparsek.

Jadi sekarang kamu sudah tahu bahwa satu parsek merupakan jarak yang didefinisikan untuk bintang yang sudut paralaksnya satu detik busur. Satu parsek bernilai sekitar 30 triliun kilometer atau 3 tahun cahaya. Perlu dicatat bahwa pengukuran menggunakan paralaks ini hanya akurat untuk bintang-bintang dekat.

Referensi:
http://earthsky.org/space/what-is-a-parsec

Penulis: Irham Taufik Andika
Editor: Dimaz Pradiptawardhana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s