Eksoplanet Pertama

Extrasolar planet, atau lebih dikenal sebagai exoplanet (eksoplanet dalam Bahasa Indonesia), adalah planet yang berada di luar Tata Surya. Awal tahun 2017 ini penemuan eksoplanet yang mirip Bumi kembali menjadi hangat diperbincangkan. Terdapat tujuh buah planet mirip Bumi yang ditemukan mengelilingi sebuah bintang, yaitu bintang TRAPPIST-1 (ketujuh eksoplanet tersebut diberi nama TPAPPIST-1 b, c, d, e, f, g, dan h). Namun, sebenarnya ide manusia untuk mencari Bumi lain itu memang sudah dibayangkan oleh para pemikir sejak zaman dahulu, jauh sebelum era eksoplanet yang sebenarnya dimulai. Untuk lebih jelasnya, yuk simak cerita ringkas bagaimana jalan para ilmuwan menemukan eksoplanet pertama.

ekso1.jpg
Patung Giordano Bruno.
Kredit: daryl_mitchell /
CC-BY-SA-2.0.

Pada abad ke-16, Giordano Bruno, seorang filsuf dari Italia, menyatakan suatu pendapat yang menggegerkan. Bruno membayangkan bahwa terdapat ‘Bumi’ lain selain Bumi yang kita tempati sekarang. Jika terdapat kehidupan di Bumi, maka seharusnya terdapat kehidupan di ‘Bumi’ lain. Beliau yakin bahwa bintang lain di langit juga memiliki planet-planet yang mengelilinginya seperti Matahari dikelilingi oleh Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Sayang sekali pada saat itu pendapat ekstrem tersebut tidak dapat diterima. Mengenaskannya, Giordano Bruno malah dijatuhi hukuman atas gagasannya itu. Beliau dibakar sampai meninggal secara mengenaskan. Namun, secara tidak langsung Giordano Bruno telah memberikan ide cemerlang mengenai eksoplanet.

ekso2.gif
Peter van de Kamp.
sumber: adsabs

Pencarian eksoplanet secara sistematis mulai tahun 1940-an dilakukan dan dipelopori oleh Peter van de Kamp (1901-1995). Beliau memublikasikan bahwa bintang yang bernama Bintang Barnard (Barnard’s Star) memiliki planet melalui pengamatan rutin yang telah dilakukannya. Namun, John L. Hershey lalu didukung oleh George David Gatewood dan Heinrich Eichhorn menemukan bahwa hasil pengamatan van de Kamp hanyalah eror dari pemakaian alat yang memang pada saat itu belum cukup memadai untuk pengamatan tersebut.

ekso3.jpg
Aleksander Wolszczan.
Kredit: Jacek 767 via Wikimedia Commons.

Hingga pada tahun 1992 untuk pertama kalinya Aleksander Wolszczan dan Dale Frail memublikasikan bahwa terdapat tiga eksoplanet yang mengorbit bintang PSR 1257+12. Bintang tersebut merupakan sebuah pulsar yang sangat panas. Sangat disayangkan, penemuan PSR 1257+12 b, PSR 1257+12 c, dan PSR 1257+12 d hanya mendapatkan sedikit perhatian publik karena eksoplanet tersebut dianggap mengelilingi bintang yang terlalu panas untuk dapat menyokong bentuk kehidupan seperti yang kita ketahui saat ini. Padahal penemuan itu telah berjasa memberikan wawasan baru kepada kita bahwa memang benar terdapat planet yang mengorbit bintang lain.

ekso4.jpg
Michel Mayor (kanan) dan Didier Queloz (kiri).
Kredit: ESA –
CC BY-SA IGO 3.0.

Tiga tahun kemudian, 1995, Michel Mayor dan Didier Queloz mendeteksi eksoplanet yang hampir seukuran dengan planet Jupiter. Planet tersebut dinamakan 51 Pegasi b karena mengelilingi bintang 51 Pegasi. Diketahui ternyata 51 Pegasi merupakan bintang dengan kelas spektrum yang setipe dengan Matahari. Ini adalah publikasi yang fenomenal melebihi penemuan PSR 1257+12. Sampai sekarang orang-orang lebih mengenal bahwa justru 51 Pegasi b-lah eksoplanet pertama yang ditemukan.

ekso5.jpg
Ilustrasi planet yang mengorbit bintang 51 Pegasi.
Kredit: ESO/M. Kornmesser/Nick Risinger (skysurvey.org).

Begitulah rangkuman cerita bagaimana eksoplanet-eksoplanet pertama dapat ditemukan. Setelah dua dekade lebih sejak penemuan 51 Pegasi b, per tanggal 1 April 2017 sebanyak 3472 buah eksoplanet telah dikonfirmasi keberadaannya. Banyak sekali ya planet di luar Tata Surya kita. Selain menambah pengetahuan, semoga artikel ini juga bisa memberikan hikmah dan mengisi semangat teman-teman kembali agar pantang menyerah untuk menggapai suatu tujuan. Mungkin tanpa kita ketahui, usaha yang kita buat bisa berdampak besar bagi orang lain dan bahkan berguna bagi dunia. Contohnya seperti penemuan 51 Pegasi b yang memacu penemuan lain hingga ditemukanlah eksoplanet-eksoplanet yang mengorbit bintang TRAPPIST-1 ini.

Referensi:

  1. http://exoplanet.eu/catalog/trappist-1_h/ (Dilihat terakhir pada 1 April 2017)
  2. Fredrick, W. Laurence, 1996. Peter van de Kamp (1901 – 1995). http://articles.adsabs.harvard.edu//full/1996PASP..108..556F/ 0000556.000.html
  3. Wolszczan A., Frail D., 1992. A planetary system around the millisecond pulsar PSR1257 + 12. doi:10.1038/355145a0. Nature 335, 145-147 (9 January 1992).
  4. Mayor, M. & Queloz, D., 1995. A Jupiter-Mass Companion to A Solar-Type Star. doi:10.1038/378355a0. Nature378, 355 – 359 (23 November 1995).
  5. http://exoplanetarchive.ipac.caltech.edu/ (Dilihat terakhir pada 1 April 2017)

Penulis: Whytia Shabrina Fitmawyani
Editor: Fathin Qurratu Ainy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s