Enceladus: Satelit Es dengan “Knalpot” Geiser

Enceladus merupakan satelit Saturnus terbesar ke-6 setelah Titan, Rhea, Iapetus, Dione, dan Thetys dengan radius sekitar 252 km. Enceladus mengalami tidal locking dengan Saturnus. Artinya, waktu yang dibutuhkan Enceladus untuk berputar pada porosnya (rotasi) sama dengan waktu yang dibutuhkan Enceladus untuk beredar mengelilingi Saturnus, yaitu 32,9 jam. Hal ini menyebabkan permukaan Enceladus yang menghadap Saturnus selalu sama, seperti pada kasus Bulan dan Bumi.

1.jpg
Enceladus.
Kredit: NASA/JPL-Caltech/Space Science Institute

Enceladus terikat dalam resonansi orbital eksentrisitas 2:1 dengan Dione. Maksud resonansi di sini adalah jika Enceladus telah mengitari Saturnus sebanyak 2 kali, maka Dione telah mengitari Saturnus sebanyak 1 kali. Hal yang menarik adalah peristiwa resonansi ini memanaskan interior Enceladus melalui suatu mekanisme yang disebut sebagai pemanasan tidal (tidal heating) sehingga memicu terjadinya aktivitas geologi di satelit tersebut.

2.jpg
Enceladus terletak pada halo cincin E Saturnus.
Kredit: NASA/JPL

Enceladus mengorbit Saturnus pada jarak 238.000 km. Dengan kata lain, posisi Enceladus berada di antara Mimas dan Tethys serta terletak pada halo cincin E Saturnus. Cincin E pertama kali ditemukan pada tahun 1966. Secara teori, cincin E sebenarnya bukan cincin yang stabil. Seharusnya cincin tersebut tidak akan bertahan lama dan akan tercerai-berai ke ruang angkasa sehingga tidak dapat terlihat lagi. Namun, hal ini bertentangan dengan hasil observasi saat ini. Cincin E hingga kini terlihat masih bertahan dan seakan-akan ada sesuatu yang secara terus-menerus mengisi material cincin tersebut. Para astronom menduga bahwa Enceladus berperan dalam pemberian materi untuk cincin tersebut. Salah satu mekanisme yang diajukan adalah aktivitas semacam geiser pada Enceladus menyumbang materi pembentuk cincin E.

3.jpg
Geiser yang memancar dari dalam Enceladus.
Kredit: NASA/JPL/Space Science Institute

Pada tahun 2005 dan 2010, wahana Cassini  milik NASA menemukan bahwa geiser yang dihasilkan Enceladus memancar hingga sejauh tiga kali radius Enceladus. Setelah Cassini mendekat sekitar 25 km di atas Enceladus, terlihat bahwa South Polar Landscape (SPL atau Pemandangan Kutub Selatan) memperlihatkan aktivitas Enceladus yang memuntahkan partikel es, uap air, dan molekul organik ke ruang angkasa secara kontinu. Hampir seluruh materi tersebut tidak terlontar cukup cepat untuk lepas dari gravitasi Enceladus sehingga tertarik kembali ke permukaan. Namun sebagian materi mempunyai kecepatan yang cukup untuk lepas kemudian tertangkap gravitasi Saturnus dan mengorbit Saturnus menjadi populasi cincin E.

4.jpg
Penampakan kutub utara (kiri) dan kutub selatan (kanan) Enceladus.
Kredit: NASA/JPL-Caltech/Space Science Institute/Lunar and Planetary Institute

Permukaan Enceladus didominasi oleh kawah tumbukan, sehingga diduga bahwa Enceladus tidak aktif selama miliaran tahun. Namun, daerah kutub selatan (SPL) mempunyai permukaan yang lebih halus dengan beberapa retakan yang menjadi sumber geiser. Enceladus menjadi objek yang menarik untuk diteliti dengan fenomena unik tersebut. Selain itu, pada geiser yang dipancarkan Enceladus telah dideteksi adanya unsur organik, sehingga Enceladus menjadi salah satu kandidat satelit yang memungkinkan adanya kehidupan.

Sumber:

  1. Haff, P.K., Siscoe, G.L., Eviatar, A. 1983. Ring and plasma: the enigmae of Enceladus. Icarus, 56: 426 – 438
  2. Kempf, S., Beckmann, U., Schmidt, J. 2010. How the Enceladus dust plume feeds Saturn’s E ring. Icarus, 206: 446 – 457
  3. Lang, K.R. 2011. The Cambridge Guide to the Solar System Second Edition. New York: Cambridge University Press

Penulis: Putri Oktaviani
Editor: Fenyka Ariana Jeanuarieke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s