Inskripsi pada Batuan

Pemikiran manusia pada beberapa abad terdahulu dapat kita pelajari. Pemikiran mengenai langit pun dapat kita pelajari. Bagaimana mereka menafsirkan langit terhadap sesuatu, baik itu musim tanam ataupun suatu peristiwa penting? Lalu, bagaimana mereka menuliskan tafsiran langit? Salah satunya adalah dengan menulis pada batuan.

Kata-kata yang diukirkan pada batu monumen disebut dengan inskripsi. Apa yang mereka tulis pada batuan bukanlah tulisan dengan huruf biasa, mereka menulisnya dengan sebuah gambar. Gambar pada suatu batuan yang memiliki inskripsi yang berisi angka dan merupakan sebuah tanggal, maka itu merupakan referensi yang fantastis dari sebuah kronologi atau kejadian. Dari tanggal tersebut kita bisa mengetahui kalender apa yang digunakan. Kalender identik dengan sebuah kepercayaan yang dianut dari masyarakat tersebut. Misal, kalender yang digunakan merupakan kalender Saka, maka kepercayaan masyarakat tersebut adalah Hindu.

Benda langit yang menjadi sorotan utama dalam penafsiran langit oleh manusia terdahulu adalah Matahari dan Bulan. Mungkin beberapa suku ada yang menambahkan benda langit selain dua benda langit tersebut, seperti Venus pada suku Maya dan bintang Sirius pada Mesir Kuno. Di India terdapat 500 inskripsi (menurut buku South Indian Inscriptions) dengan lima puluh persen di antaranya menceritakan tentang gerhana, baik gerhana Matahari maupun gerhana Bulan.

Menurut kepercayaan Hindu, penulisan nama bulan diperoleh dari posisi Bulan purnama. Seperti Caitra māsa merupakan bulan Maret-April ketika Bulan purnama berada dekat dengan bintang Citra atau Spica (bintang pada rasi Virgo). Selain itu, penentuan tanggal lahir Krishna ditulis dengan Śrāvaņa ba 8 yang memiliki arti hari ke-8 setelah Bulan purnama berada dekat dengan bintang Śrāvaņa (Altair) yang terjadi pada bulan Agustus-September.

Apakah ada contoh inskripsi di Indonesia? Jawabannya ada. Berikut akan disampaikan dua contoh inskripsi pada batuan di Indonesia, khususnya relief pada candi. Contoh yang pertama adalah inskripsi tahun yang ada di Candi Sukuh, Jawa Tengah. Candi ini merupakan candi Hindu yang pada gerbang pertamanya terdapat dua inskripsi yang berbeda, tetapi memiliki arti tahun yang sama. Sayap sebelah utara pada gerbang pertama candi berbunyi “gapura butha mangan wong” (gapura raksasa makan manusia) yang memiliki makna tahun 1359 Saka atau 1437 Masehi (Musses, 1923:269). Sayap sebelah selatan pada gerbang pertama candi berbunyi “gapura butha anahut buntut” (gapura raksasa menggigit ekor ular) yang memiliki makna tahun 1359 Saka atau 1437 Masehi (Crucq, 1929:269). Dari inskripsi tersebut dapat kita ketahui bahwa Candi Sukuh dibangun pada abad ke-15.

1.jpg
Sayap sebelah selatan pada gerbang pertama Candi Sukuh.
Kredit: Al Khansa Rodhiyah

Contoh kedua adalah inskripsi objek langit yang terdapat di Candi Borobudur, Jawa Tengah. Candi ini merupakan candi Buddha yang dibangun pada abad ke-9. Terlihat pada salah satu relief candi terdapat gambaran lingkaran yang diperkirakan menggambarkan Matahari dan sabit lingkaran yang diperkirakan menggambarkan Bulan.

2.jpg
Relief Bulan, Matahari, dan 7 lingkaran kecil yang menggambarkan sebuah rasi bintang.
Kredit: Irma Hariawang

Sumber:

  1. Shylaja, B. S. dan Ganesha, G. K. 2016. History of the Sky-on Stones. Bangalore: Infosys Foundation.
  2. Saringendyanti, Etty. 2008. Candi Sukuh dan Ceto di Kawasan Gunung Lawu: Peranannya pada Abad 14-15 Masehi. Universitas Padjadjaran. Indonesia.
  3. https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/inskripsi
  4. http://langitselatan.com/2012/08/02/mengulik-teka-teki-candi-borobudur/

Penulis: Al Khansa Rodhiyah
Editor: Muhammad Bayu Saputra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s