Bumi Bulat Sejak Dulu

Umat manusia telah mengetahui bahwa Bumi itu bulat selama lebih dari ribuan tahun. Pemikiran ini muncul berdasarkan bukti-bukti yang dapat diamati di lingkungan sekitar. Ada tujuh hal sederhana yang dapat kamu pikirkan dan lakukan untuk membuktikan bahwa Bumi itu bulat.

1. Gerhana Bulan

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Bulan yang merupakan satelit alami Bumi adalah objek yang bergerak secara teratur di langit. Keteraturan orbit Bulan mengelilingi Bumi telah disadari oleh Aristoteles sejak lama. Dia menemukan bahwa ketika terjadi gerhana Bulan, yaitu saat Matahari – Bumi – Bulan berada pada satu garis lurus, bayangan Bumi yang menutupi permukaan Bulan melengkung seperti lingkaran. Bayangan ini merupakan bukti kuat dari bentuk Bumi yang bulat. Hal yang menarik adalah bayangan tersebut berbentuk bulat dan konsisten meskipun gerhana Bulan terjadi di tanggal yang berbeda-beda. Karena kita tahu bahwa Bumi berotasi, fakta ini menunjukkan bahwa bentuk Bumi yang sebenarnya adalah bulat seperti bola.

1.jpg
2.png

Panel atas menunjukkan gambar gerhana Bulan secara bertahap. Bayangan Bumi di permukaan Bulan terlihat melengkung karena bentuk Bumi bulat seperti bola.
(Kredit: Javier Sánchez)
Panel bawah menunjukkan posisi Matahari – Bumi – Bulan ketika gerhana terjadi.(Kredit: Wikimedia Commons/Sagredo)

2. Kapal Laut dan Horizon

Jika kamu sedang berada di pelabuhan atau tepi pantai, cobalah melihat ke arah horizon. Akan ada fenomena yang menarik jika terdapat suatu kapal laut yang bergerak mendekatimu dari arah horizon tersebut. Kapal yang mendekat tersebut tidak serta-merta terlihat seluruhnya seperti yang digambarkan jika Bumi berbentuk datar. Kapal tersebut justru pertama-tama akan terlihat bagian atasnya dulu (tiang layar atau cerobong asap), lalu disusul bagian badannya, dan akhirnya terlihat secara keseluruhan. Mengapa demikian? Ini karena bentuk Bumi yang bulat. Bayangkan jika terdapat seekor semut yang berjalan di permukaan jeruk. Jika kamu mengamati arah tertentu dari jeruk tersebut, kamu akan melihat badan semut terlihat secara perlahan muncul dari horizon. Hal ini karena bentuk jeruk yang melengkung.

3.png
Hal yang kamu lihat di horizon jeruk jika terdapat semut
yang berjalan di permukaan jeruk.
Kredit: Moriel Schottlender

3. Rasi Bintang yang Bervariasi

Pemikiran tentang Bumi itu bulat sebenarnya telah disampaikan oleh Aristoteles dalam bukunya yang berjudul On the Heavens. Menurut dia, kita dapat melihat rasi bintang yang berbeda-beda bergantung pada lintang tempat kita berada. Rasi bintang yang terlihat di langit utara tidak sama dengan di langit selatan. Sebagai contoh, di Bandung, kita tidak dapat melihat Polaris si Bintang Utara yang terletak di rasi Ursa Minor. Sementara di Tokyo, kita dapat melihat keduanya dengan sangat jelas. Jika Bumi itu datar, seharusnya kita dapat melihat bintang-bintang yang sama pada waktu tertentu meskipun kita berada di tempat yang berbeda-beda.

4.jpg 5.jpg
Perbedaan rasi bintang yang terlihat di tempat yang lintangnya berbeda
hanya terjadi di Bumi yang bulat.
Kredit: Moriel Schottlender

4. Bayangan dan Tongkat

Jika kamu meletakkan tongkat di tanah yang disinari oleh Matahari, maka akan terbentuk bayangan. Bayangan tersebut bergerak seiring dengan berjalannya waktu karena Bumi berotasi. Jika Bumi datar, dua tongkat di dua lokasi yang berjauhan akan menghasilkan bentuk bayangan yang sama. Namun, pada kenyataannya bayangan yang terbentuk tidak sama karena Bumi bulat. Pemikiran ini digunakan oleh Eratosthenes, seorang matematikawan Yunani, untuk mengukur keliling Bumi. Eratosthenes menemukan bahwa pada tengah hari di kota Syene, Matahari tepat berada di atas kepala orang-orang di kota tersebut. Namun di kota Alexandria, Matahari justru masih berada pada ketinggian 7,2 dari atas kepala. Dengan menggunakan trigonometri, Eratosthenes berhasil mengestimasi keliling Bumi.

6.jpg
Ilustrasi pengukuran keliling Bumi yang dilakukan oleh Eratosthenes.
Sumber: Image

5. Dapat Melihat Lebih Jauh di Tempat yang Lebih Tinggi

Cobalah berdiri di tanah yang datar dan lihat ke arah horizon (gunakan binokuler jika perlu). Apa benda terjauh yang dapat kamu lihat? Sekarang cobalah kamu naik ke tempat yang lebih tinggi, misal ke atap gedung lantai 10. Apakah sekarang kamu merasa dapat melihat lebih jauh lagi? Ya, semakin tinggi posisimu, maka semakin jauh kamu dapat melihat. Mungkin kamu cenderung mengaitkan hal ini dengan benda-benda yang menghalangi pandanganmu seperti rumah, pohon, mobil, dan lain-lain jika kamu berdiri di tanah. Namun, hal ini bukan penyebab utamanya. Meskipun tidak ada benda yang menghalangi antara pandanganmu dengan horizon, kamu memang dapat melihat lebih jauh jika berada di tempat yang lebih tinggi. Fenomena ini terjadi karena Bumi itu bulat dan tidak datar.

7.jpg 8.jpg
Suatu benda yang terletak sangat jauh, yang awalnya tidak terlihat dari
permukaan Bumi, akan dapat terlihat jika kita berada di tempat yang lebih tinggi.
Kredit: Moriel Schottlender

6. Keberadaan Zona Waktu

Menurutmu, mengapa di Bumi terdapat perbedaan zona waktu? Pada saat artikel ini ditulis, waktu di Bandung menunjukkan pukul 12.00 WIB sedangkan di Makassar sudah pukul 13.00 WITA dan di Ambon pukul 14.00 WIT. Di belahan Bumi yang lain seperti New York, Meksiko, dan Hawaii bahkan masih malam hari. Hal ini hanya dapat dijelaskan jika Bumi itu bulat dan berotasi terhadap sumbunya. Pada tempat tertentu sinar Matahari mampu mencapai permukaan Bumi, sedangkan di tempat yang lain sinar Matahari tidak dapat mencapainya. Hal inilah yang menyebabkan adanya perbedaan zona waktu.

9.png
Kita punya zona waktu karena Matahari hanya dapat menyinari
salah satu bagian dari keseluruhan Bumi yang bulat.
Sumber: Image

7. Citra dari Luar Angkasa

Eksplorasi luar angkasa telah dilakukan manusia sejak lebih dari enam puluh tahun yang lalu. Kita telah berhasil meluncurkan roket, satelit, wahana antariksa, dan manusia ke luar angkasa. Banyak dari mereka yang telah menyaksikan sendiri bahwa Bumi itu bulat dan bahkan mengabadikannya dalam sebuah foto. Berikut ini adalah citra Bumi yang dipotret oleh satelit Himawari-8 milik JAXA (Badan Penjelajahan Antariksa Jepang).

10.jpg
Citra Bumi yang dipotret oleh satelit Himawari-8.
Kredit: Japan Meteorological Agen/SI/REX

Fakta bahwa Bumi itu bulat sudah diketahui sejak dulu dan telah dibuktikan kebenarannya secara ilmiah. Oleh karena itu, cerdaslah dalam menerima informasi. Pikirkan dan renungkan sebelum mengambil simpulan dan menyampaikannya ke masyarakat luas.

 

Referensi:

  1. http://www.bbc.com/earth/story/20160126-how-we-know-earth-is-round
  2. http://classics.mit.edu/Aristotle/heavens.2.ii.html
  3. http://www.popsci.com/10-ways-you-can-prove-earth-is-round#page-13

Penulis: Irham Taufik Andika
Editor: Fenyka Ariana Jeanuarieke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s