Apakah Kita Dapat Melintasi Wormhole?

Alam semesta kita sangatlah luas. Jika kita bisa pergi ke Proxima Centauri yang merupakan bintang terdekat kedua dari Bumi setelah Matahari dengan kecepatan cahaya, masih diperlukan waktu sekitar empat tahun untuk mencapai bintang tersebut. Bagaimana jika kita ingin mengunjungi pinggiran galaksi Bima Sakti? Mungkin membutuhkan waktu sekitar seratus ribu tahun. Umur manusia tidak akan cukup untuk mencapainya. Jadi apa yang harus dilakukan oleh penjelajah angkasa untuk dapat melakukan perjalanan antargalaksi?

Wormhole (Lubang Cacing)

Salah satu cara untuk menjelajah ruang angkasa yang luas dalam waktu yang singkat adalah dengan melewati wormhole (lubang cacing). Wormhole merupakan terowongan ruang-waktu yang bisa menghubungkan tempat-tempat di alam semesta meskipun letaknya berjauhan. Ini merupakan ide yang sering dipakai dalam cerita atau film fiksi, misalnya Interstellar (2014). Untuk menggambarkan wormhole, coba bayangkan alam semesta seperti lembaran kertas dua dimensi. Lengkungkan lembaran tersebut dan buatlah dua lubang yang menghubungkan salah satu sisi dengan sisi lainnya. Kamu akan melihat suatu terowongan yang menembus ruang-waktu.

1.jpg
Wormhole dapat digunakan untuk menjelajah angkasa.
Sumber: Image

Memanipulasi ruang-waktu seperti cara tersebut membuat kita dapat mencapai dua tempat yang terpisah jauh melewati jalur yang pendek dalam waktu singkat. Mungkin saja kamu dapat mengunjungi Andromeda, galaksi tetangga kita, hanya dalam waktu satu kedipan mata. Hal yang menarik adalah lubang di kedua sisi wormhole berfungsi seperti jendela. Artinya jika kamu mengintip salah satu lubang, maka kamu dapat melihat benda-benda yang ada di sisi lain dari wormhole tersebut.

Itulah teori fiksi tentang wormhole. Bagaimana dari sudut pandang sains? Apakah perjalanan melalui wormhole benar-benar dapat dilakukan? Menurut teori relativitas umum Einstein, wormhole memang dapat tercipta secara alami di alam semesta. Albert Einstein dan Nathan Rosen memublikasikan makalah pada tahun 1935 yang mendeskripsikan teori wormhole tersebut dengan istilah “Jembatan Einstein-Rosen”. Menurut mereka, wormhole tidaklah stabil dan akan runtuh dengan cepat. Bahkan cahaya pun tidak dapat melewatinya dengan selamat. Ini berarti wormhole tidak dapat digunakan oleh penjelajah angkasa.

2.png
Wormhole membuat jalan pintas melalui ruang-waktu (bentuk corong, rute alternatif)
sehingga kita tidak perlu melewati jalur yang panjang (garis rute normal) untuk mencapai titik B.
Sumber: Image

Materi Eksotis

Pada tahun 1980-an, astronom yang bernama Carl Sagan sedang menulis novelnya yang berjudul Contact. Salah satu karakter dalam novel tersebut ingin melakukan perjalanan menembus ruang-waktu. Sagan meminta bantuan fisikawan yang bernama Kip Thorne untuk menganalisis apa yang harus dilakukan karakter tersebut agar dapat melewati wormhole dengan selamat. Thorne menyadari bahwa wormhole harus dijaga agar tetap terbuka dan tidak runtuh. Kita membutuhkan suatu benda aneh yang dijuluki “materi eksotis” untuk melakukannya.

Materi eksotis memang aneh karena dia memiliki energi negatif atau massa negatif yang membuatnya bersifat anti-gravitasi. Jika Bumi memiliki massa negatif dan kamu melemparkan bola ke atas, maka bola tersebut akan terus bergerak ke atas, terakselerasi, dan meninggalkan Bumi. Materi tersebut dapat digunakan untuk mencegah keruntuhan wormhole. Meskipun ide ini terdengar gila, tidak ada hukum fisika yang melarang keberadaannya. Ruang vakum yang kamu kenal bukanlah benar-benar ruang kosong, melainkan ruang-waktu yang berisi energi negatif dan dikelilingi oleh energi positif.

Apakah materi eksotis tersebut cukup untuk menjaga agar wormhole tidak runtuh? Mungkin tidak. Fisikawan yang bernama Larry Ford menyatakan bahwa terdapat satu aturan yang disebut dengan ketidaksetaraan energi kuantum yang mengatur seberapa banyak energi negatif yang dapat dikumpulkan dalam satu tempat. Jika kamu mengumpulkan banyak energi negatif, energi tersebut hanya boleh ada di daerah yang sangat sempit dan hanya bertahan dalam waktu yang singkat. Jika kamu ingin energi negatif di daerah yang lebih luas, ada batas seberapa banyak energi yang dapat kamu kumpulkan.

Sebuah wormhole yang cukup besar dan bertahan lama untuk dilewati membutuhkan energi negatif yang sangat besar, bahkan terlalu besar dari yang diperbolehkan hukum fisika. Sebagai perkiraan kasar, kamu membutuhkan energi yang dihasilkan oleh Matahari selama seratus juta tahun untuk membuat wormhole sebesar sebuah anggur. Bagaimana mungkin kita dapat mengumpulkan energi negatif sebanyak itu?

3.jpg
Kamu dapat mengintip sebuah galaksi yang berada di sisi lain wormhole.
Kredit: NASA

Namun, walaupun fisika mengatakan bahwa wormhole yang bisa dilalui tidak mungkin terbentuk, para fisikawan belum membuktikan bahwa itu mustahil. Beberapa fisikawan berspekulasi tentang cara lain untuk membangun wormhole yang dapat dilewati. Tapi kebanyakan dari mereka menggunakan ide yang tidak memiliki bukti nyata. Mereka menggunakan teori gravitasi lain yang bukan merupakan teori relativitas umum Einstein, menciptakan materi aneh yang tidak membutuhkan energi negatif, atau bahkan mencari cara untuk melengkungkan ruang-waktu yang pada kenyataannya mustahil dilakukan.

Berdasarkan hal-hal yang kita ketahui saat ini, wormhole yang dapat dilewati sangatlah sulit untuk diciptakan. Jika kamu ingin melakukan perjalanan antarbintang atau bahkan antargalaksi, bawalah buku yang bagus untuk mencegah kebosanan. Perjalananmu akan sangat panjang.

 

Referensi:

  1. http://www.bbc.com/future/story/20140326-will-we-ever-travel-in-wormholes  
  2. Thorne, Kip. 2014. The Science of Interstellar. New York: W. W. Norton & Company

Penulis: Irham Taufik Andika
Editor: Muhammad Bayu Saputra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s