SIMP0136: Katai Cokelat Bermassa Planet

Pernahkah kamu mendengar objek yang bernama brown dwarf? Brown dwarf, atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan katai cokelat, merupakan objek yang berukuran lebih kecil dari bintang, tapi lebih besar dari planet raksasa. Ukuran mereka tidak cukup besar untuk mempertahankan reaksi fusi di inti yang menghasilkan energi. Akibatnya, mereka tidak dapat bersinar dan mempertahankan panasnya dalam waktu yang cukup lama. Beberapa saat setelah terbentuk, katai cokelat akan mendingin dan berkontraksi (mengecil) secara perlahan. Kontraksi ini biasanya berakhir setelah beberapa ratus juta tahun sementara pendinginan terjadi secara berkelanjutan.

Beberapa waktu yang lalu, sebuah tim yang terdiri dari Jonathan Gagné dari Carnegie Institution for Science dan beberapa peneliti lain dari Institute for Research on Exoplanets (iREx) di Université de Montréal, American Museum of Natural History, dan University of California San Diego menemukan bahwa katai cokelat terdekat dari Matahari kita ternyata sebuah objek bermassa planet. Tim tersebut berhasil menemukan bahwa katai cokelat yang bernama SIMP J013656.5+093347, atau pendeknya disebut SIMP0136, adalah objek mirip planet yang merupakan anggota gugus bintang Carina-Near (Carina-Near moving group). Gugus bintang tersebut telah berumur 200 juta tahun. Gugus bintang merupakan kumpulan bintang yang memiliki umur yang mirip dan bergerak bersama di ruang angkasa. Pengamatan gugus bintang dapat digunakan untuk mengukur umur, temperatur, dan juga massa setiap anggotanya.

artikelIlustrasi SIMP0136 yang merupakan katai cokelat bermassa planet. Kredit: NASA/JPL dengan sedikit modifikasi oleh Jonathan Gagné

Gagné dan timnya menemukan bahwa SIMP0136 memiliki massa 13 kali lebih besar dari massa Jupiter, tepat di perbatasan massa yang memisahkan antara katai cokelat dan planet. Oleh karena itu, SIMP0136 diklasifikasikan sebagai katai cokelat yang memiliki massa seperti planet. Berbeda dengan planet, katai cokelat di masa awal pembentukannya sempat mereaksikan deuterium (isotop hidrogen yang terdiri dari 1 elektron, 1 proton, dan 1 neutron dengan symbol D atau 2H) di pusatnya untuk menghasilkan energi, meskipun tidak bertahan lama.

Mengapa penemuan SIMP0136 merupakan hal yang penting? Saat ini, para astronom sedang gencar-gencarnya mempelajari atmosfer planet-planet raksasa, baik di dalam maupun di luar Tata Surya. Atmosfer eksoplanet raksasa lebih sulit untuk dipelajari karena cahaya eksoplanet tersebut jauh lebih redup daripada cahaya bintang induknya. Akibatnya, instrumen yang digunakan akan “dibutakan” oleh silaunya cahaya bintang induk. Objek pengembara (free-floating) bermassa planet seperti SIMP0136 merupakan objek yang penting karena karakteristiknya mirip dengan eksoplanet gas raksasa yang mengorbit bintang induknya dan atmosfernya relatif lebih mudah untuk dipelajari. Dengan mempelajari atmosfer SIMP0136, diharapkan kita dapat memahami proses fisis dan evolusi atmosfer planet raksasa secara umum.

 

Referensi:

  1. https://carnegiescience.edu/news/surprise-when-brown-dwarf-actually-planetary-mass-object
  2. https://www.sciencedaily.com/releases/2017/05/170509122026.htm
  3. Jonathan Gagné, Jacqueline K. Faherty, Adam J. Burgasser, Étienne Artigau, Sandie Bouchard, Loïc Albert, David Lafrenière, René Doyon, Daniella C. Bardalez-Gagliuffi. SIMP J013656.5 093347 is Likely a Planetary-Mass Object in the Carina-Near Moving Group. The Astrophysical Journal Letters, 2017 [link]

Penulis: Irham Taufik Andika
Editor: Muhammad Bayu Saputra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s