Penentuan Arah Kiblat

Sebelum GPS (Global Positioning System) marak, dahulu perhitungan matematis digunakan untuk penentuan arah dan lokasi suatu titik di permukaan Bumi, termasuk dengan penentuan arah kiblat. Terdapat pula ide lain dalam penentuan arah kiblat yang lebih mudah, yaitu dengan menggunakan bayangan yang diperoleh dari posisi Matahari. Kapankah kita dapat menggunakan cara tersebut? Kita bisa menggunakannya ketika posisi Matahari berada tepat di atas Kakbah. Saat posisi Matahari berada tepat di atas Kakbah, kita dapat menggunakan bayangan sebagai petunjuk arah kiblat. Pertanyaannya, kapankah tepatnya posisi Matahari berada tepat di atas Kakbah?

1.jpg
Peristiwa ketika Matahari tepat berada di atas Kakbah.

Matahari tidak bergerak secara monoton, melainkan ada gerak semu yang berulang tiap tahun. Deklinasi Matahari (atau bagi awam deklinasi bisa diartikan sebagai posisi Matahari) berubah secara teratur setiap waktu, mulai dari -23,5° sampai +23,5° dan sebaliknya. Saat deklinasi Matahari bertepatan dengan lintang geografis suatu tempat, maka tempat itu akan mengalami “hari tanpa bayangan”, yaitu hari di mana Matahari mencapai titik tertinggi (zenith) sehingga ada waktu saat semua benda tampak tak memiliki bayangan. “Hari tanpa bayangan” ini memakai prinsip yang sama dengan yang akan kita gunakan dalam penentuan arah kiblat.

2.jpg
Deklinasi Matahari dalam setahun.
Sumber: Roy & Clarke (2003).

Grafik di atas menggambarkan perubahan deklinasi Matahari tiap waktunya. Lintang Kakbah adalah 21°25’21,55” LU atau 21,423° LU. Jika kita tarik garis mendatar pada grafik di atas, tepat pada posisi lintang Kakbah, kita akan menemukan bahwa dalam setahun Matahari melewati Kakbah dua kali. Peristiwa ini terjadi setiap tanggal 27/28 Mei dan 15/16 Juli.

3.jpg
Waktu ketika Matahari berada tepat di atas Kakbah.
Sumber: diadaptasi dari Roy & Clarke (2003).

Pada tanggal 27 Mei 2017, Matahari berada tepat di atas Kakbah pada pukul 12.18 menurut waktu lokal di Mekkah. Saat itu, pada daerah Waktu Indonesia Barat menunjukkan waktu 16.18 WIB. Sedangkan pada tanggal 15 Juli 2017, Matahari berada tepat di atas Kakbah pada pukul 12.26 menurut waktu lokal di Mekkah. Saat itu, pada daerah Waktu Indonesia Barat menunjukkan waktu 16.26 WIB.

Seperti yang sudah diulas di awal, semua bayangan yang ada saat itu akan menunjukkan arah kiblat. Maka dari itu, yang dibutuhkan untuk penentuan arah kiblat dengan menggunakan posisi Matahari ini hanyalah tongkat lurus yang diposisikan di tempat yang tidak terhalangi bayangan lain. Arah kiblat berawal dari ujung bayangan menuju tongkat (pangkal bayangan).

Bagaimana jika pada waktu lokal di tempat tinggal kita Matahari sudah tenggelam? Sebut saja di daerah Waktu Indonesia Timur yang notabene pada saat itu Matahari sudah tenggelam. Teman-teman tidak perlu khawatir karena perhitungan ini juga bisa kita terapkan pada saat Matahari berada tepat di bawah Kakbah. Dengan cara yang sama, diperolehlah bahwa pada tanggal 28 November dan 12/13 Januari Matahari berada tepat di bawah Kakbah. Perkiraan waktu tepatnya adalah pukul 06.08 WIT pada 28 November dan 06.30 WIT pada 12/13 Januari. Terbalik dengan cara yang dipakai jika Matahari berada di atas Kakbah, arah kiblat ditunjukkan dari tongkat (pangkal bayangan) menuju ke ujung bayangan.

4.jpg
Waktu ketika Matahari berada tepat di bawah Kakbah.
Sumber: diadaptasi dari Roy & Clarke (2003).

Sayangnya, metode ini hanya dapat dilakukan pada tanggal-tanggal dan jam yang sudah dituliskan di atas. Jika tertinggal untuk melakukannya, kesempatan ini juga akan terjadi setiap tahunnya, jadi tenang saja. Kini dengan berbagai aplikasi, arah kiblat dapat diperoleh dengan mudah. Namun, tidak ada salahnya jika kita mencoba cara ini sesekali. Kebetulan sekali tanggal 15 dan 16 Juli sudah dekat dan kita bisa mencobanya di rumah jika cuaca cerah. Selamat mencoba, teman-teman.

 

Sumber:

  1. Roy, A. E., Clarke, D., 2003. Astronomy Principle and Practice. Glasgow: Institute of Physics Publishing Bristol and Philadelphia.
  2. https://www.staff.science.uu.nl/~gent0113/islam/qibla.htm
  3. https://www.timeanddate.com/sun/saudi-arabia/makkah

Penulis: Whytia Shabrina Fitmawyani
Editor: Fathin Qurratu Ainy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s