NOSTALGIA: 5 FAKTA ASTRONOMIS PADA FILM PETUALANGAN SHERINA

1Poster Film Petualangan Sherina (2000)

Teman-teman yang lahir tahun 90-an pasti tidak ketinggalan menonton film anak yang booming sekali ketika itu, yaitu Petualangan Sherina. Film ini dirilis pada tahun 2000, tepatnya tanggal 14 Juli. Alur cerita yang logis dan anti-mainstream pada saat itu bahkan dapat membawa Petualangan Sherina memenangkan Special Jury Award pada Asia-Pacific Film Festival tahun 2000. Rating sebesar 7,6/10 di situs IMDb juga diraih oleh film ini.

Namun, ingatkah teman-teman bahwa Observatorium Bosscha sering kali disebut dan bahkan menjadi salah satu lokasi shooting film tersebut? Setelah film itu ditayangkan serempak di Indonesia, pengunjung Observatorium Bosscha pun semakin meningkat. Dialog di dalam salah satu bangunan di kawasan Observatorium Bosscha dalam film Petualangan Sherina menjadi fokus di artikel ini. Berikut ini lima fakta astronomis dari film Petualangan Sherina.

1. Bagaimana sih sebenarnya cara astronom bekerja?

2Sebelum adanya komputerisasi canggih, astronom biasanya bekerja penuh di malam hari. Setelah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dibutuhkan pula analisis mendalam dan tidak semua astronom melakukan pengamatan, melainkan ada pula yang bekerja di depan komputer. Sekarang, dengan teknologi yang memadai, pengamatan bisa saja dilakukan secara otomatis dengan pengaturan tertentu. Namun, tetap saja peneliti butuh untuk melakukan pengamatan di malam hari.

3

2. Tentang teropong Zeiss

4

Teleskop yang diperlihatkan dalam Petualangan Sherina adalah teropong Zeiss. Teleskop ini berada di dalam gedung kubah yang berada di kawasan Observatorium Bosscha yang bernama gedung Kupel. Di sanalah adegan yang mengandung dialog astronomis dilakukan.

5

Ini adalah Teropong Ganda Zeiss. Mengapa disebut ganda? Karena teropong ini terdiri dari dua teleskop utama. Saat ini, teropong Zeiss merupakan teleskop terbesar dan tertua di Observatorium Bosscha.

6

Kemudian gambar ini muncul sebagai citra yang seolah-olah diambil dari Teropong Zeiss. Padahal kenyataannya, teropong Zeiss sendiri awalnya dibangun untuk penelitian bintang ganda. Artinya, teleskop ini memiliki medan pandang yang kecil. Citra yang dihasilkan dari Teropong Zeiss hanya akan memunculkan titik-titik yang tidak lain adalah bintang-bintang. Terbayang bukan, betapa membosankannya jika gambar yang dipampang pada layar lebar hanya titik-titik.

3. Bagaimana teleskop bisa selalu menghadap ke arah bintang?

7

Sama seperti Matahari yang merupakan bintang di Tata Surya, bintang lain pun terbit dari timur dan terbenam di barat dilihat dari Bumi, dengan masing-masing koordinat yang khusus bagi tiap bintang. Untuk itu, diperlukan motorisasi agar teleskop terus mengarah ke bintang target pengamatan kita.

4. Perbedaan planet dan bintang

8

Planet terlihat lebih terang karena jaraknya lebih dekat dibanding bintang. Bintang terlihat berkedip karena lebih jauh. Begitu sekiranya dialog itu berlanjut. Namun, terdapat hal yang agak mengejutkan. Sadam mengatakan bahwa objek yang ditunjuk begitu tinggi pada tengah malam menuju dini hari oleh Sherina adalah Venus dan Merkurius di dekatnya. Padahal kedua objek tersebut selalu berada di sekitar Matahari jika dilihat dari Bumi. Hal itu dikarenakan orbit Merkurius dan Venus berada di antara Matahari dan orbit Bumi.

5. Letak sebenarnya Canopus, Capella, dan Vega di langit

9

Dialog Sherina menyebutkan bahwa nama-nama bintang begitu indah, contohnya adalah Canopus, Capella, dan Vega. Di manakah sebenarnya letak ketiga bintang tersebut di langit? Anggaplah pengambilan gambar tersebut dilakukan pada pukul 2 sampai 3 malam. Untuk pukul 02.00-03.00 WIB, masing-masing bintang tersebut dapat teramati pada jangka waktu berikut ini.

  • Canopus terletak di rasi Carina dan dapat terlihat pada bulan September sampai Februari di langit belahan selatan.
  • Capella terletak di rasi Auriga dan dapat terlihat pada bulan Agustus sampai Januari di langit belahan utara.
  • Vega terletak di rasi Lyra dan dapat terlihat pada bulan April sampai Agustus di langit belahan utara.

BONUS:

1. Para Pemeran

10

Pak Moch. Irfan (peneliti Bosscha) dan Pak Hendro Setyanto (alumni Astronomi ITB) turut mengambil peran sebagai peneliti Bosscha. Sedangkan Pak Yaya (satpam Bosscha) menjadi satpam Bosscha yang diajak mengobrol oleh Yadi Timo dkk. saat mereka mengejar Sherina.

2. Cara membaca ‘Bosscha’

Sebenarnya cara melafalkan “Bosscha” adalah “Bos-ka” loh ya teman-teman. K.A.R. Bosscha adalah tokoh yang menginisiasi pembangunan Observatorium Bosscha.

Referensi:

  1. http://www.imdb.com/title/tt0274716/
  2. https://www.space.com/15589-galileo-galilei.html
  3. https://bosscha.itb.ac.id/id/index.php/teleskop-dan-instrumen/aktif/teleskop-zeiss/
  4. Stellarium 0.14.0

Penulis: Whytia Shabrina Fitmawyani
Editor: Muhammad Bayu Saputra

Sumber gambar:
http://milesfilms.net/wp-content/uploads/2010/07/petualangansherina1.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s